Kalau kita memperhatikan pendidikan saat ini maka sudah sangat maju sekali, dan yang akhir-akhir ini sedang tumbuh dimana-mana yaitu pra sekolah/PAUD/TPA dsb. Kesemuanya itu pada dasarnya untuk meletakkan dasar bagi diri sang anak sebelum memasuki pada jenjang sekolah dasar.

Bila kita melihat pola pendidikan pra sekolah pada saat ini cenderung pada pembentukan akhlak/sisi agama dari sang anak, tetapi tidak menutup kemungkinan pendidikan umumpun diberikan. Memang dikatakan bahwa usia anak-anak dapat dikatakan sebagai gold age, dimana semua syaraf pada anak berkembang dan sangan mudah menerima masukan/ pengetahuan baru dari lingkungan. Dengan inilah maka pendidikan pra sekolah diadakan.

Pendidikan akhlak pada anak-anak memang sangat penting dilakukan, dengan harapan anak memiliki dasar keimanan untuk berkembang dikemudian hari. Misalnya saja anak diajari doa–doa sehari-hari, tata cara sholat, juz ‘ama, dsb dengan harapan setelah besar anak mempunia sisi nilai religius yang kental pada setiap unsur yang ia jalani.

Pada saat ini modernitas mengajarkan pada remaja tentang perilaku bebas yang mengesampingkan sisi agama. Dari cara berpenampilan, gaya bicara, pergaulan yang semua itu sudah tidak sesuai dengan ajaran Islam. Pergaulan bebas pun sekarang sudah menjadi hal yang bisa, bahkan sering menjadi halaman sampul pada surat kabar.

Apabila ditilikk dari segi pendidikan maka lingkungan keluargalah yang memberikan andil besar dalam membentuk karakter anak.
“ingatkah ketika anak dimarahi habis-habisan ketika tidak bisa mengerjakan PR, mendapat nilai lima,sedangkan ketika anak tidak bisa membaca Al Quran, tidak sholat, tetapi hanya didiamkan saja”. Dan ini adalah sebuah kesalahan besar dimana orang tualah yang akan menanggung dikemudian hari.

Sudah saatnya pendidikan keluarga mulai ditingkatkan, mendidik anak tidak hanya dilakukan pada saat kecil saja, tetapi terus menerus dengan memberikan tauladan kepada anak. Karena apabila anak tidak mendapat perhatian/pendidikan dari orang tua maka lingkunganlah yang akan mendidikan mereka, beruntung jika lingkungannya baik. Akan tetapi kala lingkungannya buruk?

Mendidika anak ibarat merawat tanaman, kita haru memberi pupuk supaya subur dan berkembang. Mencangkul tanah disekitarnya, mebersihkan rumput-rumput yang ada, dan menyirami. Tanaman itu akan tumbuh dengan subur dan hijau, tetapi apabila selama 1 tahun kita tidak merawat maka tanaman itu akan kerdil karna tidak diberi pupuk, banyak rumput-rumput liar dsb.

Mulailah dari sekarang kita didik anak kita terus menerus, karena anak yang shalih dan shalihah adalah harta peninggalan yang paling berharga kelak.