Setelah lulus dari tingkat universitas, entah itu dengan gelar S.Pd, SE, SH, dan masih banyak gelar lainnya biasanya para sarjana tersebut langsung mencari pekerjaan. Dalam mencari pekerjaan ternyata tak semudah yang dibayangkan (apabila disesuaikan dengan disiplin ilmu yang ditempuh di universitas), banyak permasalahan yang muncul ketika dihadapkan pada dunia kerja saat ini. Seringkali mahasiswa menunggu lowongan terlebih dahulu untuk mencari pekerjaan. Banyangkan saja ketika ada lowongan dari surat kabar, yang dibutuhkan hanya satu orang ternyata yang mendaftar sampai ratusan. Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan antara pencari kerja dengan lowongan kerja tidak sebanding. Dengan demikian para “pengangguran” tersebut merasa “putus asa”, karena lowongan yang dinanti-nanti tak kunjung datang. Apalgi berharap untuk menjadi seorang PNS. Pada akhirnya ada dua jalan pilihan yaitu:
1. Bekerja asal mendapat pekerjaan meski tidak sesuai dengan bidangnya. Atau yang ke:
2. Lebih baik menganggur.
Jalan yang pertama perlu ditempuh apabila kesadaran akan pemenuhan kebutuhan lebih tinggi dari pada idealisme akan jati diri seorang sarjana. Yang dimaksud idealisme disini adalah seseorang harus bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sehingga banyak sarjana PT yang lebih baik menganggur dari pada bekerja yang tidak sesuai bidangnya. Hal ini bisa juga dibenarkan, karena apa gunanya kuliah di jurusan ekonomi kalau hanya bekerja diluar bidang ekonomi. Apa gunanya kuliah dijurusan pendidikan kalau tidak mengajar. Itulah yang bisa menjadi dasar seseorang memilih untuk tidak bekerja dari pada bekerja yang tidak sesuai dengan bidangnya.
Memang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya juga baik, apabila bentuk pekerjaan tersebut paling tidak harus mampu memberikan nilai positif ataupun peningkatan baik dari sisa materi dan pengalaman. Jalan yang kedua biasanya ditempuh bila seseorang merasa gengsi akan pekerjaan yang tidak sesuai dengan statusnya, misalnya seorang sarjana ekonomi tidak mau bekerja sebagai customer service/SPG/SPB dikarenakan bukan kantoran. Hal ini menunjukkan bahwa pesan akan materi dari perguruan tinggi belum sesuai dengan tantangan dunia kerja. Dan pendidikan sepertinya tidak akan mampu meprediksi secara tepat kebutuhan atau tantangan dunia kerja yang akan datang.
So, lebih baik asal bekerja atau menganggur?

Iklan