Mungkin yang satu ini menjadi momok bagi teman-teman mahasiswa. tetapi sebetulunya apabila ditilik secara mendalam bahwa Skrisi hanya “sekedar persyaratan kelulusan”. namun tidak menutup kemungkinan bahwa disini mahasiswa diajak bagai mana bertanggungjawab, bagaimana kerja keras, dan bagaimana kesabaran. tentunya dalam kerangka penyusunan skripsi dari awal sampai akhir.
tidak menutup kemungkinan sebagian mahasiswa “membeli skripsi”, yang dengan mudah mereka dapt hanya dengan beberapa lembar uang saja. dan selama ini memang sudah menjadi rahasia umum, karena banyak sekali muncul paktik-praktik jasa skripsi. seharusnya pihak perguruan tinggi lebih jeli bagaimana mengantisipasi masalah tersebut. karena dengan sistem membeli skripsi ini akan mengajarkan mahasiswa apabila sudah lulus nantinya. merka akan mengabaikan nilai-nilai kerja keras dan kejujuran.
hal tersebut seharusnya menjadi gambaran tentang kebiasaan yang buruk dalam dunia pendidikan mulai sekarang harus kita perangi. apa jadinya Indonesia 50 tahun ke depan apabila para penerus bangsanya seperti ini.