lama juga ga nulis-nulis, padahal juga nulisnya lagi belajar. em soal tata bahasa kita sewaktu bicara, ngobrol dengan teman, dosen, dan lainnya sepertinya layak untuk diperhatikan. apalagi orang jawa, kesan campur aduk bahasa indonesia dengan jawa, logatnya juga, ga karuan pokonya.

kita memanng siring dihadapkan pada kebiasaan tatacara penggunaan bahasa gaul. padahal sangat tidak baik untuk digunakan ketika kita berkomunkasi secara formal dalam lingkup akademik, organisasi, dan urusan bisnis lainnya.

salah satunya ketika saya kemarin konfirmasi jadwal Ujian:

Saya: …..pak Slametnya tidak bisa karena ada jadwal kuliah!

Dosen: Pak Slametnya Siapa?..Bukan Pak Slametnya?

saya:….???? o iya, pak slamet lestari..

itu adalah sudikit pengalaman yang saya peroleh dan mungkin masih banyak lagi kata/kalimat lain yang perlu untuk dibenahi.

dan ternyata faktor grogi/kurang “PD” juga mempengaruhi gaya kita berbicara.

so mulai dari sekarang: berfikirlah sebelum berbicara dan berbicaralah sambil berfikir. pepatah mengatakan “ajining diri soko lathi…”.