Pasca gerakan menanam pohon yang sudah sicanangkan Presiden Jumat (28/11) yang bertempat di Pusat Penelitian Limnologi Cibinong Science Centre, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong Kab. Bogor membawa angin segar bahwa kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat.

ada dua tujuan yang dikemukkan dari gerakan ini yaitu:

1. Sumber perekonomian rakyat

hutan apabila diolah secara baik maka akan mandatangkan manfaat terhadap perekonomian rakyat, sumber tersebut seperti apa dalam hal ini memang belum dikemukakan. mungkin saja yang dimaksud sumber ekonomi yaitu berupa hasil berupa kayu yang ditanam tersebut. dengan asumsi bahwa pohon yang ditanam 5/10 tahun lagi akan bisa ditebang, kemudian dijual dan mendatangkan rupiah bagi si penanam. hal yang perlu dicermati yaitu perlunya sosialisai tantang penggantian tanaman pasca ditebang unatuk diganti dengan tamanam yang baru. atu jangan-jangan pemerintah sudah menyiapkan program “menebang nasional” untuk 5/10 tahun yang akan datang, pasti dapat ditebak akibat yang akan terjadi.

2. Menyelamatkan lingkungan

secara rasional memang menanam pohon bisa membantu menyelamatkan lingkungan, karena semakin banyak pohoh maka kandungan CO2 dapat menurun dan meningkatkan Oksigen/O2 di lingkungan kita. pemanasan globalpun dapat dikurangi dengan adanya pohon-pohon tersebut.

dari kedua manfaat tersbut tentunya paling tidak dapat memberikan manfaat jangka panjang, tetapi kembali lagi ke persoalan bahwa apabila silihat kedua manfaat tersebut bertolak belakang. nilai ekonomi berupa menjual kayu/pohon maka akan mengurangi jumlah pohon yang ada. sedangkan produktifitas terhadap O2 lebih tinggi dihasilkan oleh pohon-pohon yang besar. dengan demikian maka pemerintah tidak boleh jemu melakukan gerakan menananm pohon nasional.