RUU pornografi memang menua banyak dukungan maupun penolakan. ada yang menyarankan RUU tersebut segera disahkan, ada yang menolak mentah-mentah dengan alasan bahawa tidak sesua dengan karakteristik dan budaya bangsa indonesia yang beaneka ragam. sebagian mendukung, karena praktik pornografi sudah merajalela dimana-mana dan hal ini dapat merusak masa depan bangsa. titik temupun sampai saat ini belum diperoleh, bahkan sosialisasi yang direncanakan berjalan mulus ternyata tidak seperti yang diharapka.

menurut penulis ada beberapa hal yang perlu disoroti:

  1. Siswa yang berseragam sudah mengenal budaya porno, baik cerita, video yang marak beredar di HP yang membuat mereka mencuri kesempatan untuk menikmatinya. kemanahak moral anak didik kita???
  2. Akses situs, serta hal yang berbau porno sangat mudah dicari yang berdampak pada penyalahgunaan teknologi internet.
  3. Pembuat RUU pronografi, mungkihkan sudah bersih? dari sisi teladan mungkinkah mereka pantas membuat RUU pornografi? (Kongko Bareng Gus Dur)
  4. Bagaimana dengan saudara-saudara kita di Irian Jaya
  5. Masih banyak lagi persoalan yang sangat mendasar dan menjadi kunci utama perlu atau tidaknya UU tersebut.
  6. satu lagi, televisi khususny sinetron sangat-sangat mengajarkan hal-hal yang sangat buruk sekali, gaya berbusana, pola hidup, bahasa, etika dan sopan santun.

perlu kita sadari dan kita cermati, globalisasi memang membawa dampak yang sangat menggembirakan, disisi lain sangat membahayakan. dulu ketika semasa saya SMP/SMA tidak ada yang namanya (bukan tidak ada, belum ada/ maklum di desa) HP, Internet, tetapi sekarang……wuih banyak banget….tiap anak pasti bawa HP. komunikasi sangat lancar, setiap saat bisa dilakukan. tetapi itu tadi video-videopun banyak di simpan.

beberapa hal yang ingin saya sarankan:

  1. Kunci orang hidup di dunia hanya satu….IMAN. apabila orang yang beriman maka ia dapat menjada dirinya dari segala hal yang buruk. tidak ada agama manpun yang mengajarkan keburukan.
  2. Peran orang tua perlu ditingkatkan, perhatian, teladan kalu perlu ajarilah anak-anak untuk mengaji. karena dengan mengaji maka anak akan mempunyai bekal untuk menjalani hidupnya.
  3. kembali kepada pribadi masing-masing, darimana kita melihat sesuatu dan bagaimana kita menanggapinya khususnya yang berbau porno.