Penggangguran selama ini memang sudah menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. lebih-lebih dari pihak pemerintah yang belum mampu mangurangi pengangguran secara signifikan. bahkan cenderung dari tahun ketahun semakin bertambah. pilpres, pilgub, dan pilbub yang notabene selalu menyuarakan akan mengurangi pengangguran lambat laun meredup ketika sudah menjadi preside, gubernur, atau bupati dengan dalih kesibukan mereka terhadap program kerja masing-masing. ya, mungkin hal itu memang dibenarkan, mengingat kompleksitas permasalahan yang mereka tangani dimasing-masing tingkat pemerintahan.

Pendidikan selama ini memang diandalakan dengan harapan mampu mengurangi pengangguran. ketika seseorang terdidik dan terpelajar maka ia akan mampu mencari pekerjaan sendiri ataupun membuka lapangan kerja. benarkah yang dikatakan media bahwa angka pengangguran mengalami penurunan?. perhitungan secara kotor mungkin memang ada benarnya, tetapi seberapa valid data tersebut bisa dipertanggungjawabkan? hampir selama ini yang penulis dengar bahawa katanya ” susah cari kerja”. kerja yang dimaksud mungkin kerja yang enak dengan gaji yang tinggi. dan itu memang menjadi dambaan setiap orang. tetapi mungkinkah seorang lulusan SD/ SMP (bukan merendahkan) mendapatkan jabatan yang wah baik di sektor pemerintah maupun swasta. kalupun ia pasti membutuhkan kerja keras dengan waktu masa kerja yang lama.

apabila ditinjau dari segi perolehan pekerjaan mungkin angka tersebut mengalami penurunan, tetapi dari segi kemakmuran mungkin seseorang akan berfikir “dari pada tidak makan” ataukah “daripada tidak kerja”?

mari kita sama-sama berfikir dengan hati yang jernih, positif thingking, dan yang terpenting adalah usaha dan doa. semoga kita diberikan kemudahan dalam mencari kerja, kemudahan dalam menjalani cobaan hidup.

Saya juga mau cari kerja, but i am belum lulus j!!!!