salah satu instrumen yang sangat mudah digunakan adalah angket, yang mana dari sisi ekonomi, waktu, dan jangkauan responden penelitian yang albih baik dari pada instrumen yang lainnnya. akan tetapi memang mempunyai sisi kelemahan yaitu responden sering asal mengisi. dalam proses penganalisaan pun sangat lebih mudah, karena hanya dilakukan penafsiran melalui kaidah satatistik yang sudah ditentukan. angket dapat dibedakan menurut beberapa jenis, yaitu:

  1. angket tertutup: apabila responden tinggal memberikan jawaban, dimana jawaban tersebut sudah disediakan oleh peneliti.
  2. angket terbuka: apabila responden diberikan kesempatan untuk mengemukakan alasan atas jawaban yang diberikan.
  3. angket langung: apabila angket tersebut diberikan kepada responden yang mana Objek yang diteliti ada pada responden tersebut.
  4. angket tidak langsung: apabila angket diberikan kepada responden tetapi responden tersebut memberikan panilaian atasĀ  Objek penelitian yang ada pada orang lain.

beberapa tips dalam membuat angket penelitian yaitu:

  1. kita harus memahami konsep, kajian, atau isi dari masalah yang kita teliti. hal tersebut dapat diperoleh melalui pemahaman secara mendalam dari kajian teori yang dikemukkan dan disimpulkan atas pendapat kita sendiri.
  2. penjabaran variabel kedalam indikator harus sedetail mungkin, semakin banyak semakin baik. karena semakin banyak indikator memungkinkan kita lebih teliti dalam menilai hasil penelitian.
  3. tentukan skala pengukuran yang akan dipakai, harus sesuai dengan konteks yang kita ukur dan teknik analisis yang digunakan (baca buku pak Riduan: skala-skala pengukuran variabel penelitian/ alfabeta)
  4. Uji validitas dan uji reliabilitas perlu dilakukan, ini sebagai bentuk penilaian bagai mana kita membuat bahas pertanyaan/pernyataan, bagaimana kita membuat jawaban, dan apakah indikator tersebut sudah sesuai dengan apa yang akan di ukur.
  5. membuat pertanyaan atau pernyataan, semakin banyak semakin baik
  6. Pertanyaan atau pernyataan merupakan “ungkapan/pertanyaan lisan kita yang kita tulis. sehingga responden seolah-oleh sedang dihadapan kita.
  7. pakailah bahasa yang halus, sopan dan paling penting mudah dimengerti
  8. membuat kata pengantar untuk angket, mencantumkan instansi pendidikan peneliti.
  9. perbanyak angket lebih dari sampel, hal ini untuk mengantisipasi angket yang tidak kembali

contoh angket

About these ads